Kamis, 30 Oktober 2008

kunci sukses kedua (Paul J.Meyer)

"MENJALANI HIDUP DENGAN SIKAP BERSYUKUR"


Ketika Anda memandang dunia Anda dengan sikap bersyukur, Anda sedang melatih diri untuk berfokus pada kebaikan dalam kehidupan.

HITUNGLAH BERKAT-BERKAT ANDA
Nyanyian lama yang mengatakan, “Count your blessings, name them one by one…” (hitunglah berkat-berkatmu, sebutkanlah satu demi satu..) terbukti benar.
Ada satu keluarga yang setiap bulannya menuliskan semua hal yang mereka syukuri dalam buku catatan khusus. Ketika mereka meninjau kembali catatan dari setiap bulannya, mereka sedang melatih diri mereka dan anak-anak mereka untuk melihat kehidupan dari kaca mata ucapan syukur. Kebiasaan menuliskan sesuatu akan meningkatkan kesempatan Anda untuk mengingatnya lagi. Tetapi apakah Anda menuliskannya, menghafalkannya, membacanya lagi, atau membuatnya menjadi nyanyian, lakukanlah apapun yang harus dilakukan dengan tujuan agar Anda dapat bersyukur. Alkitab mencatat banyak contoh ketika banga Israel “melupakan pekerjaan-pekerjaanNYA” (Mazmur 78:11) dan kembali pada kebiasaan dan perbuatan lama. Mereka lupa.

SUPAYA DAPAT BERSYUKUR KITA PERLU MENGINGAT HAL-HAL YANG POSITIF
Salah satu kesempatan yang baik untuk mengenang masa lalu adalah ketika Anda sedang bersyukur. Berikut ini adalah enam hal positif di antara banyak hal yang membuat saya mengucap syukur :

1. Keluarga
Orangtua saya : Mereka berusaha mengajar saya untuk menjalani hidup, bermimpi, dan cukup berdisiplin untuk mengejar cita-cita saya. Mereka menunjukan kepada saya melalui teladan mereka bahwa bila saya dapat mengendalikan hati dan pikiran, saya dapat mengendalikan tindakan dan dengan demikian juga mengendalikan masa depan. Dengan menolak jalan keluar yang mudah, mereka mendorong saya untuk belajar membebaskan diri.
Isteri saya : Jane adalah sahabat terbaik saya. Ia mengenal saya, mengenal bathin saya, dan ia sangat mengasihi saya.
Anak-anak saya : Kelima anak saya membuat saya menjadi ayah yang merasa paling bangga di dunia dan cucu-cucu saya menjadi seperti lapisan gula di atas kue. Mereka semua mengambil keputusan yang paling penting, MENERIMA YESUS KE DALAM HATI MEREKA, dan mereka semua bertumbuh dan menjadi dewasa dalam bidang-bidang yang berpengaruh.

2. Teman-teman
Saya mempunyai teman-teman yang tak terhitung benyaknya yang selama bertahun-tahun telah menolong saya saat saya sangat membutuhkan mereka. Salah seorang teman memberi saya uang tunai ketika saya sangat membutuhkannya, yang lain mendengarkan saya menceritakan rasa frustasi saya tentang kehidupan dan mengatakan bahwa ia percaya kepada saya dan bahwa saya harus mengejar rimpian saya, dan yang lainnya cukup jujur untuk mengatakan kepada saya bila saya perlu berubah.

3. Perlindungan dan Pertolongan
Saya telah selamat dari banyak kecelakaan yang bisa berakibat fatal, termasuk tiga kecelakaan pesawat terbang. Itu membuat saya percaya bahwa Allah mempunyai satu tujuan khusus untuk hidup saya.
IA juga membuat saya menerima kemurahan hati dari orang lain. Saya telah menjalankan bisnis dan mendengar orang berkata : “saya tak tahu apa yang Anda jual, tapi saya ingin membeli beberapa.” Ada saat ketika saya berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat dan terlibat suatu perjanjian bisnis yang sangat menguntungkan. Kalau saya terlambat 10 detik saja, saya pasti kehilangan kesempatan itu.

4. Masa Sulit
Masa sulit dapat menghasilkan karakter yang baik. Tekanan yang berat sebagai pramuniaga membuat saya terbang lebih tinggi, berjuang lebih kuat, dan tahan lebih lama dalam persaingan. Tekanan pada karbon dalam jangka waktu tertentu menghasilkan permata, dan saya telah menerima tekanan sebagai satu kebaikan karena saya tahu nilai dari segala sesuatu yang telah diperbaiki dalam diri saya.
Sebuah pepatah Rusia mengatakan : “Palu yang sama yang memecahkan gelas, menempa baja.” Bila kita mempunyai sikap positif, kesengsaraan dan kesulitan hanya akan membuat kita lebih kuat dan lebih percaya diri. Masa sulit dapat menghasilkan karakter yang baik, tetapi “masa sulit” tidak sama dengan “hari-hari yang buruk.”

5. Doa-doa yang dijawab
Sering kali saya berdoa untuk hal-hal yang mustahil berkenaan dengan orang-orang, hubungan, pekerjaan, dan sebagainya dan mendapati bahwa Allah telah melakukan lebih banyak daripada yang saya minta atau yang saya bayangkan. Menarik diperhatikan bahwa kita diperintahkan dalam Kitab Suci : “Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur” (Kolose 4:2). Mengucap syukur dan berdoa mempunyai hubungan yang erat.

6. Pengampunan, Kasih dan Kemurahan
Yang terpenting, saya bersyukur atas apa yang telah dilakukan Allah untuk saya. Kata-kata tidak dapat mengungkapkan penghargaan saya kepada-NYA karena telah memberikan AnakNYA untuk mati di kayu salib untuk saya. Dan bukan saja DIA membuka jalan supaya saya dapat menerima pengampunan atas dosa-dosa saya dan dipulihkan untuk bersama-sama denganNYA, DIA juga menempatkan orang-orang dalam hidup saya yang menceritakan Kristus kepada saya.
Yang dilakukan YESUS untuk saya luar biasa, tetapi fakta bahwa DIA memberitahukannya kepada saya melalui orang lain menunjukan kepada saya betapa DIA mempedulikan saya. Kemajuan dalam teknologi memampukan kita untuk menemukan galaksi-galaksi yang tadinya tak terbayangkan oleh kita. Dalam alam semesta yang sedemikian luas, sang Pencipta telah memilih saya! Itu benar-benar mengagumkan !

“KEHIDUPAN ITU KAYA DENGAN UPAH BAGI ORANG YANG TELAH BELAJAR UNTUK BERSYUKUR DALAM SETIAP SITUASI” (Bill Bunting)

Rabu, 29 Oktober 2008

kunci sukses pertama (Paul J.Meyer)

"SIKAP ANDALAH YANG MENENTUKAN"


Sikap adalah kebiasaan pikiran. Jadi bila Anda ingin mengubah sikap, Anda harus mengubah pola pikir.

SIKAP ANDA MENDEFINISIKAN DIRI ANDA
Jati diri Anda tidak ditentukan oleh penampilan Anda, tempat tinggal Anda atau orangtua Anda. Anda berada diposisi Anda saat ini dan menjadi orang dengan karakter seperti yang Anda miliki saat ini karena pikiran yang mendominasi di benak Anda. Bagaimanapun juga “seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia” (Amsal 23:7). Kita adalah seperti yang kita pikirkan – bukan seperti penampilam luar kita.

DAMPAK SIKAP ANDA TERHADAP DIRI ANDA
Kita masing-masing mempunyai satu pola pikir yang menyeluruh yang umumnya bersifat positif atau negatif. Pola yang Anda pilih mempunyai empat dampak yang besar dalam kehidupan Anda.

1. Sikap dasar Anda mempengaruhi kepercayaan Anda yang berkenaan dengan potensi untuk mencapai kesuksesan.
Satu sikap yang negative menyebabkan Anda meragukan kemampuan diri sendiri untuk mencapai kesuksesan, sedangkan kepercayaan terhadap potensi Anda membuat Anda bersedia mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencapai kesuksesan.

2. Sikap Anda menentukan cara Anda memandang tantangan.
Sikap yang positif akan membuat Anda memandang tantangan sebagai kesempatan dan bukan ancaman.

3. Sikap Anda menetukan kepercayaan diri Anda.
Orang-orang yang mempunyai sikap negatif berpikir “saya tidak bisa…” atau “saya tidak yakin…”. Sebaliknya, setiap kali Anda bertindak berdasarkan sikap positif, kepercayaan diri akan meningkat, kemampuan untuk mencapai prestasi terbukti dan Anda akan tahu Anda dapat berhasil.

4. Sikap Anda mempengaruhi cara Anda melihat kesempatan.
Orang – orang yang mempunyai sikap negatif mengubur kemampuan untuk melihat kesempatan. Sikap positif membuka mata Anda terhadap begitu banyak kesempatan sehingga tantangan yang Anda hadapi menjadi kesempatan untuk Anda pilih.

CARA UNTUK MEMBENTUK SIKAP ANDA
Untuk membentuk sikap Anda, langkah pertama adalah masukan.
Segala sesuatu sejak Anda dilahirkan digunakan oleh alam bawah sadar sebagai masukan yang akan membentuk sikap. Jelas Anda tidak mungkin mengulang kembali proses kelahiran. Yang dapat Anda lakukan sekarang adalah mengubah masukan. Ini akan mempengaruhi pikiran dan seluruh tubuh Anda secara positif, seperti tertulis “Berubahlah oleh pembaharuan budimu” (Roma 12:12)

Langkah kedua dalam pembentukan sikap adalah pemrosesan masukan yang kita terima.
Anda mendengar apa yang dikatakan orang lain, melihat apa yang mereka lakukan dan memproses informasi itu dan menetukan sikap Anda. Ketika Anda bertindak berdasarkan kepercayaan, secara bertahap itu menjadi pola pikir---alias sikap.

“saya memilih untuk percaya bahwa saya dapat melakukan apa saja. Saya terbagun pada pagi hari tanpa pernah membayangkan kemungkinan kekalahan. Itu mempengaruhi segala sesuatu yang saya lakukan, katakan atau pikirkan” (PJM)

Unsur yang terakhir adalah pengokohan.
Ketika Anda memilih suatu sikap, itu akan berakar kuat sementara anda menerapkannya hari demi hari.

Mengubah suatu sikap tidak mudah, dan tidak dapat dilakukan dengan cepat, tetapi kemungkinan itu ada. Pertama Anda harus memilih untuk berubah. Berikut prinsip yang tepat :
- Taburlah suatu pemikiran, Anda akan menuai suatu tindakan,
- Taburlah suatu tindakan, Anda akan menuai suatu kebiasaan,
- Taburlah suatu kebiasaan, Anda akan menuai karakter,
- Taburlah karakter, Anda akan menuai untung.

TIGA PERUBAHAN BESAR : PIKIRAN, PERKATAAN, PERILAKU
Sikap beroperasi di tiga bidang : pikiran, perkataan dan perilaku. Apa yang memenuhi pikiran Anda akhirnya diubah menjadi kata-kata yang Anda ucapkan, kemudian kata-kata Anda akan melahirkan tindakan. Anda dapat melakukan intervensi dalam proses pembentukan sikap pada salah satu dari ketiga hal ini : pikiran, perkataan atau perilaku.

1. Bentuklah Pikiran Anda
Setiap kali Anda menyadari diri Anda sedang berpikir “saya tidak bisa” atau “saya takut” berhentilah dan katakan kepada diri Anda, “Hei lihat, saya akan mengambil kesempatan ini. Saya dapat melakukannya”. Hal penting untuk dikerjakan adalah menghancurkan pola pikir otomatis yang negatif.

2. Ubahlah Pola Perkataan Anda.
Tulislah beberapa perkataan positif yang akan Anda pakai bila ada kesempatan. Pastikan kata-kata ini mengungkapkan jenis sikap sukses yang ingin Anda terapkan. Berlatihlah mengucapkannya sehingga Anda akan mengingat kata-kata positif ini ketika diperlukan.

3. Ubahlah Perilaku Anda.
Seorang teman mendapat proyek yang menantang dalam pekerjaannya. Bukannya mulai mengerjakannya, ia malah duduk santai di depan televisi. Ketika ia menyadari apa yang sedang dilakukannya, ia bangkit dan mulai mengerjakan proyek itu. Intervensi terhadap perilaku Anda seringkali merupakan hal yang paling mudah untuk mulai melakukan perubahan. Dibagian mana Anda melakukan intervensi itu terserah Anda, karena kepribadian Anda unik dan kemampuan Anda tidak sama dengan orang lain.

CARA UNTUK MELAKUKAN INTERVENSI
Salah satu cara paling efektif melakukan intervensi adalah menggunakan Prinsip Kekuatan Pikiran untuk mengubah sikap Anda, yang mencakup menggunakan praktik visualisasi, mengikuti rencana tertentu, membuat rencana untuk mencapai tujuan tertentu.

Beginilah Cara Kerjanya :
- Mulailah dengan melewatkan waktu sejenak untuk bersantai dengan tenang. Singkirkan dulu semua kekhawatiran, ketakutan, dan kecemasan.
- Bacalah teks yang Anda tulis yang menggambarkan sikap atau kepercayaan yang ingin Anda terapkan.
- Secara aktif, bayangkan diri Anda sedang bertindak, berbicara, atau merasakan sesuai dengan sikap atau kepercayaan tersebut.
- Akhirnya, melalui visualisasi, wujudkanlah dalam tindakan.

Sikap, karena merupakan pola pikir atau kebiasaan kita dalam berpikir, tidak terbentuk dalam semalam. Sediakan waktu untuk menyerap masukan yang baru dan positif untuk membuat perubahan yang diinginkan.

“KITA ADALAH APA YANG SERING KALI KITA LAKUKAN; KEUNGGULAN BUKANLAH TINDAKAN, MELAINKAN KEBIASAAN” (Aristoteles)

Tuhan sanggup menolong

"Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi." (Mazmur 121:2)


Daud memiliki pengalaman yang luar biasa bersama Tuhan. Salah satu kunci keberhasilan Daud adalah : cara berpikirnya tentang Tuhan yang berbeda dari orang dunia.

Ketidakberdayaan kita dalam menghadapi persoalan hidup muncul karena kita terlalu memberi tempat pada masalah itu dalam hati dan pikiran kita, serta memandangnya sebagai sesuatu yang besar dan sulit, sehingga kapasitasnya melebihi kebesaran kuasa Tuhan. Pola pikir kita telah sama atau serupa dengan dunia ini, yang mengandalkan kekuatan sendiri ketika berada dalam masalah.

FirmanNYA : "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah; apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna" (Roma 12:2)

Tuhan yang kita miliki didalam Yesus Kristus jauh lebih besar dari masalah apapun, yang besar sekalipun di dunia ini. Bila kita memandang Tuhan sebagai yang Mahabesar dan Mahasanggup, maka sebesar apapun masalah yang kita hadapi, tidak ada artinya dihadapan DIA !!

"Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN yang menjadikan langit dan bumi. IA takkan membiarkan kakimu goyah, PENJAGAmu tidak akan terlelap. Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur PENJAGA ISRAEL. TUHANlah penjagamu, TUHANlah naunganmu disebelah tangan kananmu" (Mazmur 121:1-5)

Selasa, 28 Oktober 2008

jangan sia-siakan panggilan itu

"Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. IA mau supaya kita hidup didalamnya." (Efesus 2:10)

Kita perlu menyadari bahwa sejak semula kita diciptakan dan dirancang oleh Tuhan untuk menggenapi tujuanNYA. Seperti Daud melalui mazmurnya berkata : "Aku bersyukur kepadaMU oleh karena kejadianku dasyat dan ajaib; ajaib apa yang KAU buat dan jiwaku benar-benar menyadarinya." (Mazmur 139:14)

Kita tidak diciptakan asal saja, melainkan diciptakan secara unik dan khusus; tidak ada satupun yang asal jadi, semuanya dalam rancanganNYA. Kita dilengkapi dengan karunia dan talenta dengan maksud agar kita menjalankan tujuanNYA.

"Bukan kamu yang memilih AKU, tetapi AKUlah yang memilih kamu. Dan AKU telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buah itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada BAPA dalam namaKU diberikanNYA kepadamu"
(Yohanes 15:16)

Tuhan menghendaki kita untuk berbuah bukan sedikit, melainkan banyak dan lebat. Inilah panggilan Tuhan bagi kita! Jangan sia-siakan dan jangan abaikan panggilan itu!
Panggilan hidup adalah dorongan dari dalam diri manusia untuk berkarya sesuai kehendak Tuhan dengan menggunakan karunia dan talenta yang ada dalam dirinya. Panggilan hidup tidak perlu dicari, karena panggilan hidup itu ada dalam diri kita masing-masing, cukup melihat ke dalam diri kita sendiri.

Tuhan memanggil kita untuk berbuah sesuai panggilan kita, Tuhan memanggil kita untuk bekerja menghasilkan buah; tidak untuk bersantai-santai atau bahkan tidak melakukan apa-apa. Jadi lakukanlah pekerjaan itu dengan sebaik-baiknya.

Senin, 27 Oktober 2008

menjadi pribadi yang istimewa

"Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selamanya"
(Daniel 12:3)

Daniel memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh anak muda pada umumnya, seperti tertulis :
"karena pada orang itu (Daniel) terdapat roh yang luar biasa dan pengetahuan dan akal budi, sehingga dapat menerangkan mimpi, menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menguraikan kekusutan...." (Daniel 15:12)

Tuhan ingin agar kita menjadi pribadi yang istimewa karena kita diciptakan segambar dan serupa dengan Allah, maka sudah seharusnya kita tidak menjadi orang yang biasa-biasa saja, melainkan seorang yang istimewa, menonjol dan berdampak bagi orang lain di sekitar kita, seperti halnya Daniel. Tuhan memberkati kita supaya kita menjadi berkat bagi orang lain, DIA membuat kita berhasil supaya kita dapat menolong orang lain yang gagal dan terpuruk.

Jadi seseorang dapat dikatakan sebagai 'bintang' apabila ia berhasil mengerjakan setiap tanggungjawab yang dipercayakan Tuhan kepadanya atau seseorang yang berhasil menjadi pribadi yang Tuhan kehendaki.
Seperti yang ditekankan Paulus dihadapan Jemaat Filipi :
"Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela ditengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya diantara mereka seperti bintang-bintang di dunia"
(Filipi 2:14-15)

"JANGAN HANYA MENJADI MEDIOCRE (RATA-RATA), JADILAH PRIBADI YANG ISTIMEWA DAN BERKUALITAS"

Minggu, 26 Oktober 2008

menjadi sukses

"Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati Tuhan. Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya" ( Kejadian 26 : 11-12 )

Ada 4 syarat menjadi sukses :

1. Orang ingin sukses harus rajin bekerja.
Tanpa kerajinan tidak mungkin kita bisa mencapai hasil yang besar. Ishak menabur dan Tuhan melipagandakan hasilnya, sehingga kian lama ia kian kaya. Benih si rajin, pasti dilipatgandakan Tuhan.

2. Laksanakan tugas-tugas yang diberikan sampai selesai/tuntas.
Sesulit apapun tugas yang dipercayakan kepada kita, usahakan untuk menyelesaikan dengan cepat,cerdas dan tuntas. Jangan malu bertanya.

3. Persiapkan diri pada setiap pertemuan.
Jangan menyia-nyiakan waktu orang lain dengan tidak mempersiapkan diri ketika bertemu/rapat. Untuk hasil yang memuaskan, kita perlu mempersiapkan diri, karena itu luangkan waktu untuk belajar dan lengkapi hal-hal yang kita butuhkan guna mencapai hasil maximal.

4. Sebelum menjadi sukses, tanamkanlah kemurahan dihati bahwa kita mau berbagi kiat sukses agar orang lain juga mengalami berkat-berkat Tuhan yang berkelimpahan.

Senin, 20 Oktober 2008

berbuah bagi sesama, untukmu Papua

Perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah
13:6 Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: /"Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.
13:7 Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!
13:8 Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,
13:9 mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!"

Doa
Tuhanku, Engkau tau apa yang ada dihati ini, Engkau Maha Mengetahui
Tunjukan padaku apa yang harus kulakukan.
Hari ini semua yang terjadi didepan mata, namun tak mampu berbuat apa-apa
Mampukan aku, Bapaku. Tunjukan apa yang harus kulakukan.
Aku tau, ada rencana indah yang Engkau siapkan, aku yakin itu.
Tuhanku, bentuklah aku sesuai bejanaMu, apa yang Engkau kehendaki itulah yang terjadi padaku.
Biarlah aku menjadi pohon ara yang berbuah bagi keluarga, sesamaku terlebih lagi bagiMu, Tuhanku.
Dalam nama Yesus, aku panjatkan doa ini, Amin.

Kamis, 09 Oktober 2008

memulai pelayanan

Berikut beberapa langkah yang harus kulakukan (situs e-JEMMi edisi No. 39 Vol. 11/2008 (24-9-2008), semoga berguna bagi Anda yang terbeban untuk melakukan sesuatu bagi sesama tapi tidak mengerti bagaimana mengawalinya.
1. Izinkan Roh Menaruh Visi dalam Diri Anda
Tuhan memberi kita penglihatan akan rencana dan tujuan-Nya dalam hidup kita dan mengizinkan kita untuk bermimpi dan memiliki visi yang jelas dan konkret. Semakin spesifik doa, tujuan, dan sasaran kita untuk visi tersebut, semakin besar kemungkinannya untuk visi tersebut dapat terwujud. Visi adalah gambaran yang membara di hati tentang apa yang Tuhan ingin lakukan melalui Anda di tempat tertentu bersama kelompok orang yang spesifik. Visi adalah pewahyuan tentang rencana Tuhan yang dapat terjadi. Dengan memercayai dan menindaklanjuti visi tersebut, mimpi dapat terwujud. Dua visioner kuno, Abraham dan Sarah, telah mengalaminya. Ada tiga benang dalam struktur kehidupan mereka yang membentuk pola masa kini dalam memahami kehendak Tuhan: panggilan untuk taat, iman terhadap visi, dan hasil yang sudah diantisipasi.
Ada pelajaran yang dapat diambil untuk visioner pada masa kini: mata iman tidak berfokus pada penampilan, namun pada pandangan yang luas dan penglihatan akan rencana Tuhan yang dapat terjadi. "Apa yang dapat kamu lihat secara luas, Aku dapat memberikannya kepadamu," kata Tuhan kepada orang beriman. "Apa yang tidak dapat kamu impikan, Aku tidak dapat memberikannya kepadamu."
"Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah" adalah kunci kepada keberhasilan di luar batas kemampuan manusia. Jika kita dapat memimpikan visi Tuhan dan spesifik dengan hasilnya, apa yang kita perlukan akan disediakan oleh Tuhan "yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada" (Rm. 4:17).
Tuhan membangkitkan pemimpin yang memiliki mimpi dan visi yang spesifik, yang percaya kepada-Nya akan hasilnya. Surat Ibrani mengingatkan kita bahwa iman (visi) "adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat" (Ibr. 11:1). Saya percaya bahwa dalam diri setiap orang, tersembunyi visi Tuhan yang menunggu pemenuhan melalui iman dan ketaatan.
2. Bangun Visi Secara Perlahan
Setelah memahami kehendak Tuhan,kesabaran diperlukan dalam mewujudkan visi bagi pelayanan. Seperti halnya janin membutuhkan sembilan bulan untuk dapat lahir sebagai bayi, butuh bertahun-tahun untuk mimpi atau visi dalam hati itu menjadi kenyataan.
Apa yang terjadi pada Anda sama pentingnya dengan apa yang Tuhan lakukan melalui Anda. Bersabarlah menunggu Tuhan, biarkan Tuhan mengerjakan karya keselamatan dalam diri Anda, dan kemudian bangun visi Anda secara perlahan, namun pasti.
Intensitas pelayanan kota dapat menghancurkan bahkan visioner paling percaya diri sekalipun. Cara untuk hidup berkemenangan adalah membiarkan visi Anda tersingkap secara perlahan, hari demi hari, tahap demi tahap, mengikuti irama Roh.
3. Ajak Rekan Sepelayanan
Seorang visioner tidak dapat memenuhi visi Tuhan seorang diri. Visi itu harus dibagi. Butuh waktu untuk menemukan orang yang tepat. Ajak orang yang Anda kenal dan percaya, yang berkompeten, berkomitmen, dan yang Anda percayai serta yang memberi rasa nyaman. Jangan terburu-buru mengajak orang hanya karena mereka bersemangat. Tunggu waktunya Tuhan memberikan orang yang tepat.
4. Pilih Ladang Pelayanan
Setelah mengajak rekan sepelayanan, langkah selanjutnya adalah secara perlahan dan penuh doa mengidentifikasi lingkungan yang akan dilayani. Tanyakan pertanyaan ini: Siapa yang Tuhan ingin kita kasihi? Lingkungan dan daerah geografis bagaimana yang nampaknya paling membutuhkan kehadiran Tuhan? Lingkungan mana yang nampak siap akan hadirnya pelayanan untuk mereka?
5. Tetapkan Pos Pelayanan
Menetapkan pos pelayanan di lingkungan terpilih adalah langkah penting selanjutnya dalam memulai pelayanan kota. Idealnya, sewalah atau belilah bangunan yang memiliki corak budaya dan mudah diakses masyarakat. Orang yang berusaha Anda jangkau membutuhkan sebuah simbol komitmen dan kehadiran Anda. Masyarakat memerlukan sebuah tempat yang hidup, dan pelayanan membutuhkan tempat untuk berkembang. Sebuah pusat pelayanan akan mampu memenuhi kebutuhan tersebut.
6. Bangun Komunitas
Sebelum Anda melaksanakan misi pelayanan Anda dalam sebuah lingkungan, kelompok pelayanan Anda harus menjadi sebuah komunitas. Sebuah komunitas terbentuk saat sebuah kelompok kecil berintegrasi, berjalan besama, dan ingin melakukan sesuatu yang lebih besar daripada yang dapat mereka capai secara individual.
Perbedaan dalam kepribadian, teologi, latar belakang, standar kerja dan kebersihan, talenta, dan panggilan dapat menghancurkan sebuah komunitas. Namun hal itu dapat diatasi dengan komitmen bersama terhadap proses dan berfokus pada visi Tuhan.
7. Biarkan Misi Mengalir
Sebuah kelompok Kristen kecil yang diorganisasi bagi misi dan setidaknya bertemu untuk menyembah, berdoa, dan saling menguatkan seminggu sekali, memiliki potensi untuk memahami visi Tuhan serta apa dan bagaimana Tuhan terlibat di dalamnya.
Panggilan itu mungkin dimulai saat seseorang mendengar bisikan (gambar, perasaan) Tuhan yang terus mengiang, yang mengatakan "berilah makan orang yang kelaparan", "sediakan tempat tinggal bagi gelandangan", atau "hiburlah penderita AIDS". Saat orang lain meresponi panggilan itu, implikasi dan perkembangannya akan terlihat.

Selasa, 07 Oktober 2008

papuaku-harapanku

Dengan senyum mengembang, akhirnya.... tercipta sudah blog ini. Dengan ilmu coba-coba dan modal nekad ku buat blog ini. Senang? Pasti. Selamat untuk diri sendiri.
Papuaku-harapanku.....
Di sini aku dilahirkan, di sini aku dibesarkan. Terima kasih Tuhan untuk negeri ini, tapi entahlah apa yang sudah kupersembahkan untukmu, Papuaku. Hanya Tuhan yang tau kerinduan yang ada dalam hati ini. Berkatilah aku Tuhanku, Amin.