Rabu, 19 November 2008

kunci sukses kedelapan (Paul J.Meyer)

PERKATAAN SAYA ADALAH SURAT PERJANJIAN SAYA”
Suatu kali seorang karyawan datang ke kantor saya dan menceritakan rahasianya kepada saya, “Rasanya hidup saya takkan lama lagi. Apakah Bapak bersedia menjamin kesejahteraan istri saya?”
Ia tidak punya masalah secara fisik, tetapi untuk suatu alasan ia piker hidupnya tidak akan lama lagi. Tanggapan saya saat itu adalah, “Kalau begitu mari kita beli polis asuransi jiwa untuk Anda.” Ia pikir saya bercanda, tetapi ia menurut saja dan membeli polis asuransi. Kurang dari 90 hari kemudian ia meninggal dunia karena pembengkakan pembuluh darah di otak !
Walaupun perusahaan saya telah mengeluarkan polis asuransi jiwa, saya menjadikan istrinya sebagai ahli warisnya. Disamping itu saya membayar kepadanya setengah dari gaji yang biasa diterima suaminya selama 17 tahun sampai ia memenuhi syarat untuk menerima dana jaminan sosial. Saya juga menyuruh seseorang mengatur uang asuransinya sehingga ia dapat melanjutkan gaya hidup yang sama.
Mengapa saya melakukan semua usaha itu dan mengeluarkan samua biaya itu walaupun saya tidak terikat secara hukum? Saya telah mengatakan kepada teman saya bahwa saya akan menjamin kesejahteraan istrinya dan saya menepati perkataan saya karena perkataan saya adalah surat perjanjian saya.

BUATLAH ITU HITAM DI ATAS PUTIH
Dari tahun ke tahun, orang-orang menjadi semakin hilang kepercayaan dan lebih curiga. Semakin banyaknya kontrak dan semakin banyaknya pengacara yang diperlukan untuk menjelaskan kontrak-kontrak itu menunjukan semakin kurangnya kepercayaan. Apakah itu karena ketamakan, ketidakjujuran, atau karena penyalahgunaan dan perlakuan yang tidak adil, saya merasa sedih karena perubahan ini.
Saya diajarkan bahwa kita harus mengatakan apa yang kita maksudkan dan bersungguh-sungguh dengan apa yang kita katakan dan apakah kita mengatakannya atau menuliskannya, kita harus dapat dipercaya untuk melakukan apa yang kita setujui untuk kita lakukan. Hasilnya, saya percaya Allah akan membela saya, melindungi saya dan memberkati saya.

NILAI DARI MENEPATI PERKATAAN ANDA
Bill Nix, pengusaha dan direktur dari Faith@Workministries mendifinisikan kepercayaan sebagai “dasar hubungan kita. Menepati janji itu bahan perekatnya, subtansinya dari karakter kita yang menjaga agar dasar kepercayaan itu tidak retak”.
Bila orang-orang melupakan janji yang mereka buat, saya tidak percaya mereka boleh bebas dari menepati perkataan mereka. Mereka seharusnya tidak membuat janji yang tidak dapat mereka tepati atau mereka seharusnya menuliskan janji itu supaya tidak lupa. Saya memperbaharui surat wasiat saya secara teratur, menuliskan janji-janji yang saya buat kepada orang tertentu dan menghapus janji-janji yang sudah saya penuhi. Kata-kata saya bukan saja mengikat, kata-kata saya juga menjadi ukuran bagi saya sebagai satu pribadi. Bila saya tidak menepati kata-kata saya maka saran, dorongan dan nasihat saya perlu dipertanyakan. Lebih dari itu, saya mengakui bahwa untuk mencapai sesuatu dalam kehidupan, saya membutuhkan orang lain. Bila saya melanggar janji, saya tidak mungkin mencapai sasaran.
Kata “ya” kita seharusnya berarti “ya” dan kata “tidak” kita seharusnya berarti “tidak”. Maka hasilnya adalah kepercayaan, enghargaan, kemajuan dalam bisnis, pertumbuhan, ketenangan pikiran dan masih banyak lagiyang lainnya.

“PENUHI JANJI ANDA, BAHKAN BILA ORANG LAIN TIDAK MEMENUHI JANJI MEREKA KEPADA ANDA” (Bill Nix)

Tidak ada komentar: