Rabu, 26 November 2008

kunci sukses kesembilan (Paul J.Meyer)

"INTEGRITAS : ITULAH DIRI ANDA YANG SEBENARNYA"

Setiap bangunan mempunyai dasar yang disebut pondasi. Tanda pondasi, hujan,angin dan cuaca akan membuat bangunan itu roboh. Begitu juga manusia, tidak sulit membedakan siapa yang telah membangun kehidupannya di atas pondasi integritas dan siapa yang tidak.

SEMUANYA DIMULAI DARI INTEGRITAS
Integritas bukanlah apa yang Anda bayangkan. Integritas itu nyata dan terjangkau dan mencakup sifat seperti :
- Bertanggung jawab
- Jujur
- Menepati kata-kata Anda
- Setia pada perkara yang kecil

Anda tidak dapat berpura-pura mempunyai integritas. Rintangan dan kesempatan yang baru Anda temui setiap hari akan mengungkapkan apa yang ada dalam diri Anda. Bila pondasi Anda adalah integritas, keputusan yang Anda ambil akan membuktikannya. Bila tidak, itu juga akan terbukti.

ADA HARGA YANG HARUS DIBAYAR UNTUK MEMPERTAHANKAN INTEGRITAS.
Uang bukanlah faktor yang menentukan dalam integritas. Bahkan bila Anda kehilangan uang, ketenaran dan persahabatan, Anda tidak boleh menjual integritas. Apapun harganya, integritas mempunyai nilai yang lebih besar.
“Lakukanlah hal yang benar karena itu memang hal benar yang harus dilakukan.” Bila saya mengalami kerugian dalam keuangan karena menepati kata-kata saya kepada para karyawan, saya mendapatkan para karyawan yang akan setia kepada saya selama bertahun-tahun. Segala kerugian yang saya alami karena saya lebih memilih integritas sebenarnya sama sekali bukan kerugian. Amsal 20:21 mengatakan, “Milik yang diperoleh dengan cepat pada mulanya, akhirnya tidak diberkati.”
Ingin menjadi orang yang berintegritas tidak membuat Anda menjadi sempurna. Saya tidak selalu mengambil langkah yang benar, tetapi Allah selalu mengampuni saya dan memberi saya kesempatan untuk memulai lagi. Kadang-kadang memulainya lagi berarti saya harus membangun kembali dari nol, dari dasarnya lagi, tetapi setidaknya dasarnya memang sudah ada disana.

ADA UPAH YANG ANDA PEROLEH KARENA MEMPERTAHANKAN INTEGRITAS.
Saya sedang menangani perjanjian bisnis yang luar biasa ketika para pengambil keputusan penting memaksa saya unatuk membayar uang suap. Saya menolak dan semuanya menjadi berantakan. Saya boleh dikatakan bangkrut saat itu, tetapi saya berpegang pada integritas.
Dua tahun kemudian, saya meluncurkan SMI (Success Motivation Institute) dengan segala yang saya miliki : integritas saya, uang tunai yang terbatas dan banyak visi. SMI mulai berkembang, walaupun kondisi keuangannya sangat terbatas. Saya terbang ke New York untuk bertemu dengan seorang pengusaha besar yang tertarik dengan apa yang kami tawarkan. Ia menjamin penjualan itu bila kami menyingkirkan setiap acuan pada hal-hal yang rohani dari materi kami. Saya menjawab, “Wah, sepertinya saya harus membatalkan jual beli ini.” Penjualan itu adalah tambahan yang kami perlukan untuk memenuhi kebutuhan kami, tetapi menjual integritas saya bukanlah suatu pilihan. Saya menangis hampir sepanjang perjalanan pulang.
Sesampai di rumah, ada sepucuk surat yang sudah menanti saya. Sebuah perusahaan asuransi di Midwest menginginkan saya menjadi pembicara di pertemuan para manajer penting dari departemen penjualan mereka. Saya menawarkan mereka tidak perlu membayar saya asalkan mereka memberi saya waktu beberapa menit untuk mempromosikan program penjulan kami kepada 87 orang manajer yang hadir di sana. Mereka setuju, jadi saya segera mengepak 87 materi pelajaran tentang penjualan ke sebuah truk. Saya sudah mempunyai rencana. Saya akan menjual 100 persen produk saya kepada semua hadirin itu! Saya juga perlu menjual produk-produk itu untuk membayar tagihan-tagihan kami. Ketika saya menyampaikan presentasi penjualan kepada mereka, suasananya menjadi penuh semangat---dan ke-87 program yang saya bawa itu habis terjual! Dengan menjual ke-87 program itu, kami mendapat dana tambahan yang sangat diperlukan perusahaan kami. Saya percaya Allah membela saya karena saya berpegang pada keyakinan saya.

INTEGRITAS--- APAKAH ANDA TERIKAT PADANYA?
Para pengusaha yang melatih anggota-anggota tim agar bertindak tidak jujur, akan kehilangan seluruh dasar dari bisnis dan penjualan : kepercayaan, penghargaan dan kehormatan.
Apakah integritas mengikat dan membatasi atau apakah justru membawa kebebasan dan kedamaian? Integritas terasa mengekang bagi orang-orang yang tidak ingin melakukan apa yang benar, tetapi membawa kebebasan bagi orang-orang yang menyadari manfaat integritas. Integritas, pada dasarnya adalah soal hati.
Dalam perjalanan hidup Anda, bila Anda pernah mendapati diri Anda tidak mempunyai apa-apa kecuali integritas, sebenarnya Anda mempunyai lebih dari cukup untuk memulai lagi!!!

“DENGAN INTEGRITAS SEBAGAI PONDASI, LANGITLAH YANG MENJADI PEMBATASNYA.”


Tidak ada komentar: